Mengeluh atas kondisi kehidupan seringkali dilakukan oleh banyak orang, termasuk anda mungkin ya?
Read more
Misalnya ketika anda mengeluh “kenapa hidupku seperti ini?”,
“kenapa penuh kesusahan seperti ini?”,
Banyak keluhan lain yang seringkali diungkapan oleh sebagian orang. Mengeluh terjadi akibat respon diri terhadap sebuah kondisi yang dianggap tidak nyaman, baik itu di bidang kesehatan dibidang keuangan dan pasangan.
Ada seseorang yang merasa kondisi keuangannya jadi buruk, jadi susah, dan membuat dia bahkan sampai menangis dan bertanya-tanya ke Tuhan dalam tiap malam, kenapa diberikan kondisi yang seperti itu.
Dan banyak orang yang malah menyalahkan takdir Tuhan yang membuat hidupnya menjadi susah.. Untuk mendapatkan yang diinginkan, dan jadinya membuat selalu mengeluh,
“kok susah ya hidup ini”.
Coba tanyakan ke diri sendiri apa manfaatnya mengeluh itu. Sebenarnya ketika seseorang itu mengeluh, maka apa sih yang didapat?
apa iya ketika mengeluh itu menyelesaikan masalah?
apa iya ketika mengeluh itu mendapat solusi?
apa iya ketika mengeluh itu membuat diri lebih bahagia?
Coba anda renungkan pertanyaan-pertanyaan itu?
- Kalau anda menjawab bahwa dengan mengeluh itu menyelesaikan masalah,
- Kalau anda menjawab dengan mengeluh itu mendapat solusi, kalau anda menjawab dengan mengeluh itu membuat anda lebih bahagia, maka silahkan lanjutkan mengeluhnya, silahkan teruskan mengeluhnya.
Tapi, kalau anda merasa mengeluh itu malah merugikan, kalau merasa mengeluh itu malah membuat susah, kalau merasa mengeluh itu malah membuat kondisi semakin terpuruk, maka tentu anda harus berani memutuskan untuk berhenti mengeluh, iya kan? tapi pilihan kembali ke anda, mau meneruskan mengeluh atau berhenti mengeluh.
Saya lebih suka menyarankan anda untuk bersyukur dan berterimakasih.
Lho kok malah bersyukur?
Ketika kita memahami dengan benar bagaimana PIKIRAN bekerja, maka sesungguhnya menjadi aneh untuk mengeluh,
Kenapa saya katakan aneh?
sebab semua kondisi yang terjadi dalam hidup kita adalah akibat dari request-request kita sendiri. Semua terjadi karena program yang ada di pikiran kita sendiri. Ada hukum sebab-akibat yang mempengaruhi dalam hidup kita.
Apa yang kita tanam maka itu yang kita panen, apa yang kita tabur maka itu yang kita tuai, apa yang kita program maka itu yang kita dapatkan.
Jadi, kalau hidup kita sudah sesuai dengan keinginan kita yang ada di dalam PIKIRAN kita, apa alasan yang membuat kita mengeluh?
Toh, baik atau buruk yang terjadi dalam hidup kita terjadi karena keinginan kita. Maka kita seharusnya hanya bisa bersyukur kepada Tuhan atas semua kejadian dalam hidup kita, itu
kalau anda mau “berfikir”, mau berfikir lebih dalam bahwa sesungguhnya segala keinginan kita sudah Tuhan berikan, sudah Tuhan jadikan, hanya kita yang tidak mau menyadari keinginan-keinginan kita sendiri.
Ketika anda mau menyadari bahwa hidup anda sekarang sudah sesuai dengan PIKIRAN anda sendiri maka pasti sepakat dengan saya bahwa cara untuk mengubah hidup adalah dengan mengubah program dalam PIKIRAN kita sendiri,
Prokopton,
